Teknologi injeksi yang lebih hemat bahan bakar serta lebih ramah lingkungan kini semakin menggeser posisi karburator. Hampir sebagian besar kendaraan termasuk sepeda motor yang diproduksi di dunia kini mengusung teknologi injeksi. Ciri khas teknologi injeksi adalah penggunaan perangkat Electronic Control Unit atau ECU.

Penggunaan perangkat ECU pada sepeda motor yang mengusung teknologi injeksi menyebabkan sepeda motor sangat bergantung pada tegangan listrik. Selain itu, sepeda motor yang dibekali dengan teknologi injeksi juga dilengkapi dengan berbagai sensor yang akan mendukung dalam proses pembakaran bahan bakar.

Dengan kata lain, teknologi injeksi merupakan teknologi yang lebih rumit dibandingkan karburator karena perangkat serta komponennya lebih banyak. Karena itulah sepeda motor yang mengusung teknologi injeksi membutuhkan perhatian serta perawatan lebih dibanding sepeda motor lama yang masih menggunakan karburator.

Tips Merawat Motor Injeksi

ilustrasi (photo: pixabay.com)

Motor injeksi harus diperiksa secara berkala agar performanya tetap prima. Berikut beberapa tips cara merawat motor injeksi yang harus dilakukan agar motor injeksi tetap menunjukkan performa terbaiknya:

  1. Memeriksa kondisi aki

Sepeda motor yang menggunakan teknologi injeksi menggunakan perangkat ECU. Artinya, sepeda motor dengan teknologi injeksi sangat bergantung pada kondisi aki yang berperan menyuplai arus listrik kepada mesin sepeda motor. Dengan arus listrik yang dialirkan dari aki tersebutlah mesin sepeda motor dapat menyala atau hidup.

Saat mesin sepeda motor dihidupkan, komponen mesin yang lain termasuk perangkat ECU dan sistem pembakaran pun akan mulai menjalankan fungsinya. Dengan peran aki yang begitu penting pada motor injeksi, tentunya pengguna motor injeksi harus selalu memeriksa kondisi aki agar performa aki tetap baik. Dengan begitu, performa motor injeksi pun tetap maksimal.

  1. Menggunakan bahan bakar berkualitas tinggi

Cara merawat motor injeksi yang paling sederhana adalah dengan menggunakan bahan bakar yang berkualitas tinggi. Bahan bakar yang berkualitas tinggi adalah bahan bakar yang nilai oktannya tinggi, yaitu 90 ke atas. Semakin tinggi nilai oktan, proses pembakaran bahan bakar di dalam mesin motor yang terjadi pun akan semakin sempurna.

Proses pembakaran yang sempurna akan membuat mesin motor injeksi lebih awet. Sebaliknya, bahan bakar berkualitas rendah dapat memicu terjadinya kerusakan pada komponen mesin pada motor injeksi.

  1. Mengganti oli secara rutin

Oli atau pelumas sangat diperlukan oleh mesin. Fungsi oli adalah untuk menjaga serta merawat mesin motor injeksi agar mesin tidak aus. Motor injeksi yang jarang diganti oli akan menyebabkan mesin kekurangan oli sehingga kering. Saat mesin motor injeksi kekurangan oli, kinerja mesin motor injeksi akan terganggu. Karena itulah penggantian oli harus dilakukan secara rutin atau berkala.

  1. Memeriksa kondisi ECU

Electronic Control Unit atau ECU adalah komponen utama yang mengatur pengoperasian sistem injeksi pada sepeda motor. Peran ECU adalah mengatur keseluruhan unit injektor mulai dari takaran bahan bakar yang disemprotkan hingga proses buka tutup klep injektor.

Apabila sistem ECU terganggu, kinerja injektor akan terhambat sehingga motor injeksi menjadi mogok. Karena itulah kondisi ECU harus selalu dipantau serta diperhatikan agar performa motor injeksi tetap prima.

ilustrasi (photo: pixabay.com)
  1. Merawat busi

Busi adalah salah satu komponen pada motor injeksi yang harus diperhatikan dalam rangka merawat motor injeksi. Busi adalah pemantik api yang berperan penting dalam proses pembakaran pada mesin motor injeksi. Dengan kata lain, kondisi busi yang baik akan menyebabkan proses pembakaran bahan bakar pada mesin motor injeksi menjadi maksimal.

Kerusakan pada busi akan menyebabkan proses pembakaran pada mesin motor injeksi menjadi tidak sempurna. Akibatnya, mesin motor injeksi akan menjadi kurang bertenaga hingga motor injeksi tidak dapat menyala.

Karena perannya yang begitu penting, busi harus dirawat serta diperiksa secara berkala agar proses pembakaran pada mesin motor injeksi tetap maksimal. Apabila busi sudah rusak dan sudah tidak mampu menghasilkan api, busi harus diganti dengan yang baru.

  1. Melakukan servis secara berkala

Kondisi motor injeksi dapat dijaga agar tetap prima dengan cara melakukan servis secara berkala. Sebaiknya motor diservis di tempat servis resmi untuk motor injeksi dengan standar yang telah ditetapkan minimal 3 bulan sekali.

Banyaknya jumlah sepeda motor yang ada di Indonesia membuat peluang bisnis bengkel sangat terbuka lebar. Terlebih dengan perawatan atau servis motor injeksi yang perlu dilakukan minimal 3 bulan sekali. Bagi Anda yang ingin membuka bisnis bengkel namun masih nol pengetahuan mekanik, Anda bisa belajar di tempat kursus mekanik motor injeksi.

Di tempat kursus mekanik motor injeksi, Anda akan dibekali berbagai pengetahuan tentang mesin mulai dari pengetahuan yang berupa teori hingga kemampuan praktik. Metode belajar yang lebih mengedepankan praktik tentu akan membuat Anda lebih cepat untuk memahami pelajaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *