Sebuah perusahaan atau sebuah organisasi yang menggunakan pendanaan baik itu untuk kepentingan nirlaba ataupun bukan memerlukan sebuah upaya pengecekan. Upaya pengecekan yang dilakukan memiliki tujuan untuk pengawasan supaya semua kegiatan yang dikerjakan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Penggunaan patokan atau standart operasional tertentu untuk memantau berjalannya sebuah organisasi sangat diperlukan guna memastikan semua prosedur yang dilakukan sudah sesuai dengan standart yang baku. Penggunaan prosedur audit internal termasuk ke dalam salah satu bentuk atau upaya untuk menjaga standarisasi operasional baik itu perusahaan atau organisasi nirlaba. Oleh karenanya, prosedur ini memiliki peranan yang sangat penting untuk menjaga bagaimana pelaksanaan operasional perusahaan atau organisasi dengan baik.

Peran Penting Audit Internal

Pencapaian tujuan utama dari perusahaan atau organisasi baik itu usaha nirlaba maupun usaha sosial harus diterapkan dengan baik. Salah satu cara agar pencapaian tujuan perusahaan dapat terjaga adalah dengan melakukan prosedur audit internal agar berjalannya usaha sesuai dengan yang diharapkan. Memiliki tujuan untuk membuat perusahaan berkembang dengan pesat dan dapat berjalan dengan baik tentu saja menjadi salah satu hal utama yang harus diperhatikan. Keberadaan standar operasional perusahaan memang memiliki tujuan untuk memberikan jalan supaya berjalannya operasional perusahaan tidak melenceng. Jika operasionalnya melenceng maka perusahaan akan mengalami kerugian secara finansial. Termasuk untuk organisasi nirlaba akan mengalami kerugian jika tidak melakukan pengawasan standar pengelolaan keuangan pada organisasinya.

Pengendalian keuangan dinilai sangat penting untuk pengelolaan perusahaan. Alasannya adalah sumber keuangan perusahaan yang digunakan untuk kepentingan permodalan dan juga untuk kepentingan produksi harus diawasi secara mendalam. Banyak sekali kasus-kasus yang terjadi pada era sekarang ini ketika sebuah perusahaan tidak menerapkan adanya pola pengawasan internal tentang pengelolaan sumber keuangannya. Banyakya kasus kebocoran yang terjadi pada keuangan perusahaan memang sangat wajib dihindari. Oleh karena itu pengelolaan keuangan yang baik harus dilakukan agar perusahaan bisa berjalan sebagaimana mestinya. Menghindari kebocoran yang terjadi pada sistem keuangan perusahaan harus dilakukan demi menjaga eksistensi perusahaan serta efisiensi proses produksi.

Pada organisasi nirlaba yang beberapa sumber pendanaan berasal dari donatur wajib hukumnya dilakukan  pengontrolan secara ketat untuk manajemen keuangannya. Jangan sampai pengelolaan yang dilakukan oleh pengurus organisasi nirlaba menyebabkan ketidakpercayaan publik yang sudah memberikan donasi untuk keperluan beroperasinya organisasi nirlaba tersebut. Apabila diperlukan pola pelaporan keuangan yang transparan bisa diterapkan untuk menghindarkan posisi keuangan organisasi menjadi mudah mengalami kebocoran. Kebocoran pada sisi keuangan sangat mengganggu kegiatan organisasi yang memiliki tujuan pengabdian kepada masyarakat menjadi terganggu. Terganggunya kegiatan sosial dari organisasi tentu saja berdampak besar terhadap kepercayaan publik terhadap organisasi.

Pengawasan Manajemen

Adanya proses audit internal memberikan kemudahan bagi pihak manajeman untuk melakukan pengawasan di lini organisasi di bawahnya. Pengawasan secara manajerial dilakukan dengan mengambil prosedur lintas divisi. Apabila tidak mengambil lini divis yang berseberangan tentu saja akan membuat kondisi pengawasan menjadi kurang optimal. Terutama dari sisi netralitas dari proses pengawasan. Jika dari sisi personil tidak memiliki netralitas yang tinggi dalam mengerjakan pengawasan terhadap pihak divisi lainnya maka proses pengawasan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Efisiensi dari segi biaya produksi tidak dapat dilakukan jika sisi netralitas tidak terjaga. Alasannya adalah kemungkinan kebocoran yang terjadi pada sisi keuangan perusahaan masih memungkinkan terjadi. Bahkan mungkin jumlahnya bisa lebih besar dan lebih banyak.

Apabila dari hasil audit yang dilakukan ternyata muncul berbagai masalah atau ditemukan adanya masalah-masalah yang tidak terduga dari sisi produksi, tentu saja bisa segera dilakukan upaya penyelesaian. Upaya penyelesaian yang dilakukan bisa muncul ketika pengawasan terus dilakukan. Memang dalam sebuah perusahaan tidak mungkin bisa di katakan bahwa semuanya mulus tanpa ada masalah. Permasalahan tersebut merupakan hal wajar. Ketika ditemukan permasalahan di dalam perusahaan berdasarkan hasil pengontrolan secara internal akan dihasilkan solusi yang akan mempermudah penyelesaian masalah dan membuat efisiensi perusahaan bisa tercapai. Masalah yang timbul ini tentu saja bisa menghambat proses produksi dan efisiensi perusahaan. Penyesuaian kembali menjadi salah satu upaya untuk menyelesaikan hambatan tersebut.

Pada sebuah perusahaan baik itu dalam skala besar maupun skala kecil perlu adanya sertifikat ISO 9001 yang memang diperlukan untuk upaya standarisasi proses produksi. Terutama untuk perusahaan-perusahaan yang meluncurkan produk-produk ke masyarakat dan dipasarkan di masyarakat. Tanpa adanya sertifikasi standarisasi memang akan sulit untuk mendapatkan kepercayaan publik. Setidaknya dengan adanya standarisasi sertifikasi tersebut tentu saja akan membuat produk menjadi lebih mudah diterima dan juga lebih mudah bisa mendapatkan kepercayaan publik. Sertifikasi bagi perusahaan menandakan bahwa perusahaan memiliki standart operasional khusus yang dapat memastikan bahwa produk yang dilepaskan ke pasar memiliki kualitas yang terjaga dan terjamin dengan baik.

Tanpa adanya standarisasi dan pencantuman standarisasi pada produk, produk tidak akan mungkin bisa memiliki ijin untuk edar dan tidak akan memiliki ijin untuk di pasarkan di tengah masyarakat. Setidaknya dengan adanya pencantuman itulah yang membuat kepercayaan publik bisa meningkat dan juga ijin untuk peredaran produk mudah untuk di dapatkan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *